Jakarta (KABARIN) - Dokter Spesialis Anak Prof.DR. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K) mengatakan bahwa anak bisa terus mengonsumsi susu bahkan hingga usia remaja.
" Jadi kalau ditanya untuk susu usia berapa Semua usia anak Kalau dalam kandungan berarti ibunya yang minum susu Sampai dia remaja," ujar Rini yang juga konsultan tumbuh kembang pediatri sosial dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu malam.
Ia mengatakan bahwa, orang tua kerap salah kaprah bahwa susu hanya dikonsumsi hingga lima tahun, menurutnya susu merupakan komponen tambahan pada asupan harian anak.
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa persoalan yang dihadapi Indonesia adalah adalah gizi kurang, stunting atau kekerdilan dan anak dengan gizi buruk.
Persoalan kekurangan gizi, kata dia, menyebabkan anak kurang mendapatkan asupan yang tepat, bila tak ditangani hingga usia sekolah dasar hingga remaja, maka mampu menyebabkan persoalan lain yang berkepanjangan, terutama bila dialami perempuan hingga saat hamil bisa menyebabkan anak lahir dengan berat badan yang kurang.
"Akhirnya pada saat dia hamil, bisa melahirkan anak dengan berbadan kurang. Jadi stunting itu istilahnya perawakan pendek, karena malnutrisi dan ada infeksi kronis," katanya.
Anak dengan gizi buruk, kata dia juga menyebabkan imunitas menurun bila dibandingkan dengan anak normal, demikian dengan anak kelebihan berat badan juga berpotensi menghadapi masalah jangka Panjang yakni penyakit non infeksi seperti diabetes melitus, hipertensi, terutama pada dewasa muda.
Dia juga menyarankan agar orang tua selektif dalam memberikan asupan makan pada anak untuk mencegah karies pada gigi, pasalnya hal ini turut menyebabkan terhambatnya asupan nutrisi pada anak karena anak tidak bisa mengunyah makanan dengan baik.
"Dan juga konsumsi gula yang berlebihan, mulai dari remeh, coklat, kue-kue, dan lain-lain, ini bisa meningkatkan kejadian karies," katanya.
Gizi mikro lain yang juga ia soroti adalah persoalan zat besi yang terjadi mulai saat anak dalam kandungan, kekurangan zat ini mampu memberikan dampak pada tingkat kecerdasan anak.
Persoalan lain yakni kekurangan vitamin D yang baik untuk metabolisme tulang.
"Padahal kita negara kita mataharinya banyak, tapi kalau keluar rumah selalu pakai payung, pakai topi dan lain-lain, sehingga sinar matahari tidak masuk," katanya.
Ia menyarankan masyarakat untuk berjemur pada jam 8-9 pagi serta disarankan tidak mengenakan topi ataupun jaket panjang, sehingga sinar matahari dapat terserap dengan maksimal.
Selain itu ia juga mengingatkan pentingnya nutrisi dan stimulasi agar perkembangan otak anak dapat tumbuh secara maksimal.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026